Showing posts with label Photography. Show all posts
Showing posts with label Photography. Show all posts

Saturday, November 30, 2013

Peraturan Memotret Di Tempat Umum

Leave a Comment
no-photo
Hampir semua ponsel masa kini sudah dilengkapi kamera dan akibatnya semakin banyak orang yang memotret di tempat umum. Fotonya mungkin sederhana seperti memotret pawai atau bahkan hingga merekam video sebuah kejadian kerusuhan dan semacamnya. Apapun alasannya, peraturan fotografi di tempat-tempat umum selalu sama.

Peraturan Umum: Kalau Kamu Bisa Melihatnya, Kamu Boleh Memotretnya

Hak dasar fotografer sebenarnya cukup sederhana: kalau kamu ada di tempat umum dan kamu bisa melihat objeknya, maka kamu boleh memotretnya. Ini berarti selama kamu ada di tempat umum, kamu secara legal boleh memotret apapun. Tapi, jika kamu menggunakan lensa telephoto, mikrofon parabol, atau kamera tersembunyi untuk mengambil foto kepemilikan pribadi meskipun kamu ada di tempat umum, maka mungkin kamu punya masalah jika seseorang dengan kepemilikan tersebut meminta privasi. Jadi, meliputi apa saja tempat umum itu? Beberapa tempat sudah jelas, seperti taman, jalanan, lapangan sepak bola – ini adalah tempat-tempat yang tidak diragukan lagi adalah tempat legal untuk memotret apapun yang sedang terjadi. Tapi bagaimana dengan foto-foto Instagram yang kamu ambil di dalam sebuah restoran? Itu lain hal.
Umumnya, jika sebuah tempat pribadi dibuka untuk umum (seperti restoran, toko, area wisata, dsb) maka kamu diijinkan untuk memotret dan merekam video kecuali jelas dituliskan di tempat tersebut untuk tidak menggunakan kamera. Jika pemilik tempat tersebut (atau pegawainya) meminta kamu untuk berhenti memotret, maka berhentilah. Yang lebih penting lagi, gunakan akal sehatmu sebelum mulai menggunakan kamera.

Kapan dan Dimana Saja Kamu Bisa Terkena Masalah

Seperti juga kebanyakan peraturan hukum, ada pengecualian tentang peraturan fotografi di tempat umum. Memotret apapun dimanapun yang termasuk lahan pribadi bisa dianggap pelanggaran. Gedung-gedung milik pemerintah umumnya terbuka untuk fotografi, tapi tidak di pangkalan militer atau gedung pengadilan.
Hanya karena beberapa tempat dianggap tempat umum, bukan berarti boleh dijadikan tempat fotografi. Misalnya, sebuah toilet di tempat umum adalah tempat umum, tapi orang-orang di dalamnya jelas ingin privasi, jadi memotret di dalam toilet umum jelas bukan ide bagus. Ini juga berlaku untuk tempat-tempat lain seperti ruang tunggu dokter dan semacamnya.

Apa Yang Harus Dilakukan Jika Seseorang Bilang Kamu Melakukan Pelanggaran

Kalau kamu ditegur saat memotret di tempat yang jelas-jelas adalah wilayah pribadi tanpa ijin, maka kamu harus berhenti dan segera pergi. Jika pegawai atau satpam di tempat itu memintamu berhenti memotret, lakukan saja. Kalau di tempat kamu memotret tidak ada tanda ‘wilayah pribadi’ atau ‘dilarang memotret’ tapi tetap ditegur, maka ini pilihanmu. Mau pergi atau ngotot dengan pihak keamanan disitu.
Diluar apakah kamu benar atau salah, tidak ada yang boleh merampas kameramu di tempat umum. Bahkan jika kamu melanggar wilayah pribadi, si pemilik tempat tersebut dan juga polisi tidak boleh mengambil kamera, SD card, atau film-mu tanpa surat resmi.

Berhati-hatilah Saat Kamu Mengunggah Foto Secara Online

Hak kamu untuk memotret tidak berhenti saat kamu menekan tombol shutter. Jika kamu menempatkan foto-foto ini secara online atau bahkan sampai menjualnya, maka situasi akan berubah. Kamu mungkin punya hak untuk memotret dimanapun, tapi mempublikasikan beberapa foto tertentu mungkin bisa membuatmu kena masalah hukum.
Kamu tidak boleh menggunakan kesukaan seseorang akan produk tertentu untuk kepentingan komersil tanpa ijin orang tersebut. Ini artinya, kamu tidak boleh memotret seseorang di tempat publik dengan wajah yang tampak jelas sedang menggunakan produk tertentu lalu menjualnya ke perusahaan produk tersebut atau dijual sebagai stock photo perusahaan (tapi kamu boleh menjualnya ke koran atau menggunakannya sebagai materi seni).
Terakhir, kamu tidak boleh mempublikasikan foto yang menunjukkan informasi pribadi tentang seseorang. Ini termasuk foto seperti yang sudah disebutkan tadi, di ruang tunggu dokter dan semacamnya dimana orang membutuhkan privasi.
Read More...

7 Tips Untuk Foto Yang Lebih Tajam

Leave a Comment
empat
Kunci keberhasilan sebuah foto adalah ketajamannya. Untuk mendapatkan itu, ada beberapa peraturan dasar yang perlu kamu ikuti. Tidak ada yang lebih mengganggu daripada melihat sebuah portrait dan tampaklah bagian matanya tidak fokus sementara hidungnya tampak jelas. Mata adalah jendela jiwa dan ketajamannya sangat penting untuk sebuah portrait. Ada saatnya ketika kita ingin sebuah foto atau sebagian dari foto tersebut tampak tidak fokus. Tapi, lebih seringnya, kita ingin foto yang tajam dan jelas. Berikut beberapa langkah untuk mendapatkan foto yang lebih tajam.

1. Awali Dengan Sebuah Tripod

Setiap fotografer profesional maupun amatir akan mengatakan bahwa sebuah tripod adalah bagian penting dari peralatan fotografi kalau kamu mau foto yang tajam. Tentunya tidak selalu memungkinkan untuk menggunakan tripod, tapi kapanpun bisa, gunakanlah. Tripod bisa membuat kamera stabil dan mencegah terjadinya goyangan dari tangan. Tripod yang kokoh tentu tidak murah, tapi ini adalah bagian dasar dari perlengkapanmu dan fondasi dari foto yang tajam. Banyak fotografer juga menggunakan tripod kecil yang lebih fleksibel dan bisa dililitkan ke beberapa benda untuk digunakan dalam keadaan apapun. Tripod semacam ini dikenal dengan sebutan gorillapod.

2. Cable Release

Jangan tekan tombol shutternya; gunakan cable release. Ini adalah sebuah kabel yang terhubung dengan kameraamu. Dengan menekan tombol pada release ini, kamu tidak akan memindahkan gerakan apapun dari tangan ke kamera. Sayangnya, tidak banyak kamera saku entry level yang menyediakan fitur ini, tapi jangan kuatir, masih ada point ketiga.

3. Self-timer

Kalau kamu lupa membawa cable release atau kameramu tidak punya fitur yang mendukung, gunakanlah self-timer Semua kamera termasuk kamera saku punya fitur ini. Meskipun kamu masih harus menekan tombol shutter, tapi ada jeda waktu dari 2 hingga 10 detik yang memungkinkan berkurangnya goyangan kamera sebelum shutter bekerja. Tetap saja, kamu perlu menekan tombol shutter dengan perlahan untuk mencegah ada goyangan yang tersisa.

4. Mirror Lock-up

Fitur ini hanya berlaku untuk kamera dSLR. Ketika shutter ditekan, sebuah cermin – yang terletak antara sensor dengan viewfinder, akan naik untuk membiarkan cahaya lewat dan masuk ke sensor. Gerakan kecil ini bisa mempengaruhi hasil akhir fotomu, jadi produsen kamera telah menambahkan fitur mirror lock-up. Gunanya untuk mengunci cermin pada posisinya setelah kamu selesai mengatur komposisi. Meskipun setelah cermin dikunci kamu tidak akan bisa melihat apapun melalui viewfinder, tapi gerakan ‘naik’ tadi akan terhindarkan. Hanya gunakan cara ini jika kamu benar-benar fanatik soal ketajaman foto.

5. Gunakan Aperture Paling Tajam Pada Lensa

Semua lensa punya sweet spot yang menghasilkan foto tertajam pada aperture tertentu. Biasanya dua stop dibawah bukaan terbesar. Sayangnya, ini – sekali lagi – hanya berlaku untuk dSLR. Kamu bisa mengenali sweet spot ini dengan membandingkan hasil foto dari beberapa bukaan aperture yang berbeda. Periksa data EXIF untuk melihat pengaturan di baliknya, lalu gunakan setting ini kapanpun kamu bisa.

6. ISO

Hindari menaikkan ISO karena ini bisa mengurangi ketajaman foto. Lebih baik gunakan tripod jika harus memotret dengan cahaya redup. Memotret dengan ISO tinggi bisa menambah noise ke dalam foto yang mengakibatkan turunnya ketajaman.

7. Matikan Image Stabilization

Jika kamu punya lensa atau kamera yang dilengkapi image stabilization atau VR (vibration reduction), matikan saja. Ada motor kecil di bagian dalam lensa yang fungsinya menstabilkan foto tapi juga memberikan kontribusi pada kurang tajamnya sebuah foto melalui getaran. Fitur ini bagus untuk cahaya redup atau situasi dimana tripod tidak memungkinkan seperti dokumentasi pernikahan, tapi kalau kamu menggunakan tripod maka fitur ini sebaiknya dimatikan.
Kalau memungkinkan, gabungkan semua trik diatas dan kamu akan melihat perubahan pada ketajaman yang dihasilkan oleh kamera yang kamu gunakan.
Read More...

Canon vs Nikon, Fakta Yang Kamu Harus Tahu

Leave a Comment
versus
Pertanyaan yang mewabah di kalangan fotografer pemula adalah: “Mana yang lebih bagus? Nikon atau Canon?” dan seringkali mengeluarkan produsen lain semacam Sony, Panasonic, Vivitar dan yang lainnya dari daftar. Para fotografer pro tidak lagi memperdebatkan perbedaan teknis diantara keduanya, dan tidak lagi menjadikannya faktor penentu untuk memilih kamera. Faktanya, semakin berpengalaman seseorang dalam dunia fotografi, semakin yakin mereka bahwa merk kamera bukan masalah, tapi orang di baliknya yang berperan. Tapi, tetap saja, kesetiaan pada satu merk tertentu masih berlaku.
Untuk membuatmu lebih mudah memilih diantara Nikon dengan Canon, kita lihat yang ini:
Perbedaan-Perbedaan Kecil Tapi Nyata
Sistem image processing pada Canon mampu menjaga frame rate yang cepat dan membantu “menghaluskan” gambar saat proses berlangsung di dalam kamera. Ini adalah salah satu alasan pengguna dSLR yang terbiasa dengan point-and-shoot cenderung menyukai Canon; karena kemampuannya meminimalisasi tahap post-processing (tidak terlalu banyak editing setelah pemotretan). Tapi, banyak juga penggunanya yang tidak begitu menyukai “in-camera processing” semacam ini.
Image processing dari Nikon, sebaliknya, tidak begitu cepat dan tidak terlalu halus. Tapi fotografer bisa mengatasi ini dengan memotret menggunakan mode RAW dan mengandalkan data yang tersimpan untuk memperbaiki kekurangan ini. Terlebih lagi, Nikon punya auto-fokus yang lebih efisien. Teknologi image stabilization sama-sama bagus di kedua merk.
Keunggulan lain dari Canon dibanding Nikon adalah pengaturan pre-dialnya yang mengurangi konsumsi waktu untuk mengutak-atik setting saat pemotretan. Tapi, kebanyakan orang menganggap tidak adanya picture playback atau tampilan foto setelah pemotretan sebagai kekurangan.
Bagaimana dengan lensanya? Konsumen lower-end lebih memilih lensa zoom dan aperture yang konstan dari Canon, sementara fotografer pro lebih memilih lensa Nikon yang lebih lebar dan terang. Pengguna Nikon juga menyukai fakta bahwa semua lensa buatan Nikon bisa digunakan untuk semua jenis kamera yang mereka produksi dan sisi ergonomisnya terasa nyaman. Secara umum, Nikon dianggap lebih nyaman digunakan. Tapi ini tentu sangat subjektif karena semua orang bisa membiasakan diri pada apapun.
Merk Bisa Berarti Sejalan Dengan Tujuan Memotret
Pemahaman yang jelas tentang apa yang akan kita sering foto dalam waktu yang lama juga bisa membantu kita membuat pilihan.
Berdasarkan sebuah survey, mereka yang mempelajari fotografi di sekolah atau perguruan tinggi memilih Canon dan Nikon secara seimbang di awal tahun ajaran, tapi menjelang kelulusan kebanyakan dari mereka menggunakan Canon. Kenapa? Karena mereka yang belajar fotografi perlu membuat banyak jenis foto dalam situasi yang sangat bervariasi dan objek yang bergerak cepat dalam waktu singkat (3 hingga 4 tahun). Mereka mengatakan Canon memberikan hasil foto yang bagus, dan lensa yang lebih bisa diandalkan sementara Nikon cenderung macet shutter-nya jika digunakan untuk tipe kerja keras seperti ini.
Tapi fotografer yang lebih matang cenderung memilih Nikon karena kualitas lensa-nya yang premium. Mereka membutuhkannya untuk seni dan teknik yang ahli. Jadi, bisa dikatakan kalau kamu sering berurusan dengan banyak jenis fotografi, situasi pemotretan yang sangat bermacam dengan objek yang cepat, maka Canon adalah pilihan yang bagus. Sementara untuk kamu yang biasa memotret dengan pengaturan yang hati-hati dan suka sensitivitas yang lebih baik di cahaya redup dengan kontrol terbaik dari satu foto ke foto berikutnya, maka Nikon adalah pilihan untukmu.
Pengaruh Konsumerisme
Dengan semakin maraknya penggunaan dSLR di semua kalangan usia, penekanan industri pada penjualan kamera berdasarkan fitur terbaru telah mengubah pengalaman orang dalam membeli kamera. Sebuah riset mengatakan bahwa produsen kamera berlomba-loba membuat model kamera yang lebih baik secara terus menerus sehingga akhirnya upgrade yang mereka lakukan kadang hanya dibuat-buat sehingga sulit untuk menentukan mana yang lebih penting.
Sekarang fokus penjualan ada pada peningkatan megapixel dan bukannya level ISO, ukuran sensor gambar, dan pengurangan noise. Semua faktor ini harus bekerja sama untuk bisa menerjemahkan cahaya secara akurat hingga akhirnya menjadi sebuah foto digital. Level ISO menentukan seberapa banyak cahaya mengenai sensor kamera yang bekerja dengan sebuah chip untuk memindahkan cahaya menjadi pixel. Adalah panas yang dihasilkan oleh cahaya yang merusak pixel yang berdekatan sehingga menyebabkan munculnya noise. Apa solusinya? Sensor yang lebih besar, yang akan memberikan ruang lebih lebar antarpixel sehingga mampu menekan munculnya noise. Sensor lebar juga memungkinkan pixel yang lebih besar yang artinya mampu menangkap cahaya dengan lebih baik. Jadi, sebelum melihat ukuran megapixel-nya, lihat dulu ukuran sensornya karena ini yang secara signifikan menentukan kejernihan gambar. Sekarang, pikirkan seberapa sering perusahaan kamera mengiklankan ukuran sensor mereka? Tidak pernah. Malahan, mereka lebih sering berpromosi tentang berapa megapixel yang dimiliki model kamera terbarunya. Angka megapixel yang lebih besar memungkinkan ukuran gambar yang lebih besar juga tapi tidak berarti kualitasnya lebih baik.
Akhirnya, perlu dicatat bahwa Canon lebih pandai menjual dibandingkan Nikon. Canon secara efektif menggarisbawahi fitur semacam HD Video yang semua orang, dari tingkat pemula hingga profesional bisa pahami dan gunakan. Padahal keduanya sama bagus.
Jadi, Mana Yang Harus Dipilih?
Dengan segala perlombaan antar produsen dalam melakukan upgrade yang kurang signifikan dan marketing yang kurang bisa diandalkan, bagaimana orang bisa memilih dSLR yang tepat?
Untuk mereka yang baru memulai karir atau baru belajar memahami dSLR, Canon mungkin bisa jadi pilihan terbaik karena menawarkan proses pemotretan yang lebih lancar. Untuk mereka yang sudah cukup matang di dunia fotografi, kamera dan lensa apapun bukan masalah, tapi Nikon mungkin yang paling cocok karena kekuatan reproduksi-nya yang paling akurat.
Terakhir: Jangan terjebak upgrade kamera yang tidak akan ada habisnya, dan pahamilah bahwa Canon dan Nikon sama-sama menawarkan kamera yang berkualitas. Kalau kamu memang mencintai fotografi, kamu tidak akan mempermasalahkan merk.
Read More...

Manfaat Lens Hood Untuk Kualitas Foto

Leave a Comment

Untuk Apa Menggunakan Lens Hood?

image
Jika sinar matahari langsung mengenai bagian depan lensa kamera, atau filter apapun yang terpasang, sinar ini bisa terpantul bolak-balik di dalam bagian lensa yang akhirnya menimbulkan flare. Flare akan kelihatan seperti bentuk lingkaran di sepanjang bagian foto yang membuatnya tampak berkabut atau tidak kontras. Cara terbaik untuk menghindari efek ini adalah dengan memasang lens hood. Kadang-kadang efek ini memang sengaja dicari, tapi ada juga saat kita harus menghindarinya.
Lens hood tidak sesederhana lens cap, tapi punya banyak kegunaan. Alasan utama kenapa seorang fotografer membutuhkan lens hood adalah karena aksesori ini bisa memayungi lensa dari sinar matahari langsung saat hari sedang cerah dan panas. Ini akan mengurangi atau bahkan menghilangkan efek lens flare, sekaligus memberikan lapisan perlindungan untuk lensa.
Hal pertama yang harus diperhatikan saat akan membeli lens hood adalah ukuran dan bentuknya. Menentukan ukuran dan bentuk yang tepat untuk lensa yang digunakan sangat penting untuk memilih lens hood.

Ukuran

Saat kamu mencari ukuran lens hood, yang panjang dan lebar adalah pilihan yang lebih baik dibandingkan yang pendek dan sempit. Ini karena, meskipun lens hood bisa mencegah timbulnya efek kabut dari sinar matahari, tapi jika cahayanya terhalang oleh lens hood itu sendiri maka bisa menyebabkan munculnya vignette. Karena itu, saat membeli lens hood, pastikan ukurannya pas.
Ukuran lensa kamera tertulis di badan lensa dan diukur dalam satuan milimeter. Ukuran yang paling umum adalah 35 mm, 50 mm, dan 100 mm. Ada beberapa ukuran hood yang cocok dengan satu ukuran lensa. Misalnya, lens hood 35 hingga 135 mm cocok untuk lensa 55 mm – jadi pilih yang ukurannya lebih panjang dan lebar, seperti telah disebutkan tadi.

Bentuk

Bentuk hood menjadi penting jika menyangkut cara cahaya mengenai lensa. Bentuk yang berbeda memungkinkan shading yang berbeda tergantung pada tingkat terangnya sinar matahari. Tabel berikut bisa membantu menentukan lens hood seperti apa yang dibutuhkan seorang fotografer. Ada dua bentuk dasar: tulip (yang juga disebut bentuk bunga), dan bundar.

Bentuk Bunga & Tulip Bentuk Bundar
Jenis Lensa Lensa wide angle dan telephoto Lensa telephoto
Situasi Pemotretan Hampir segala situasi Cuaca panas dan matahari terik
Seberapa Bagus Untuk Menangkal Cahaya Karena celah diantara bentuk “mahkota bunga”-nya, maka ia bisa membiarkan sedikit cahaya tetap masuk. Memungkinkan lebih sedikit cahaya bisa masuk, tapi bisa menyebabkan vignette jika digunakan pada lensa wide angle

Kamu perlu menentukan pada situasi apa hood akan digunakan dan seberapa terang cahaya yang ada untuk memilih akan menggunakan bentuk hood yang mana.

Keuntungan Dan Kekurangan Lens Hood

Seperti juga lens cap, keuntungan menggunakan lens hood jauh lebih banyak dibanding kekurangannya. Penting untuk memahami dua hal ini sebelum memutuskan membeli lens hood.
Keuntungan
  • Mencegah terjadinya lens flare: Lens hood bisa menaungi lensa dari sinar matahari untuk mencegah foto tampak buram atau berkabut.
  • Melindungi lensa: Seperti lens cap, hood juga bisa memberikan perlindungan untuk lensa kamera. Ia menambah ruang antara kaca dengan lingkungan luar sehingga bisa melindunginya saat terjatuh, dari debu dan kotoran, juga goresan. Hood bisa menambah perlindungan sehingga kamu tidak perlu terus menerus memasang dan melepas lens cap.
  • Bisa membuat seorang fotografer kelihatan profesional: Lens hood membuat orang yang menggunakannya tampak seperti fotografer yang benar-benar paham apa yang dia kerjakan. Jadi, kalau kamu melakukan fotografi sebagai profesi, lens hood adalah aksesori yang tepat untuk memberikan kesan yang baik.
Kekurangan
  • Vignetting: Satu hal yang sulit tentang lens hood adalah ukurannya harus pas dengan lensa. Jika hood tidak cocok ukurannya, maka akan menyebabkan vignette atau efek bayangan di pinggiran foto.
  • Flash: Jika kamu menggunakan flash, cahayanya bisa mengenai hood dan menyebabkan foto jadi buram.
  • Menghabiskan ruang: Lens hood cenderung memakan sedikit lebih banyak tempat di dalam tas kamera.

Mana Yang Lebih Penting? Lens Cap atau Lens Hood?

Tentunya ada keuntungan dan kekurangan dari menggunakan lens cap dan lens hood secara bersamaan. Intinya, lens cap berguna jika kamera tidak sedang digunakan atau akan disimpan untuk beberapa waktu. Tapi lens hood, kebalikannya, berguna saat kamera sedang digunakan. Meskipun keduanya punya manfaat yang berbeda, tapi keduanya baik untuk seorang fotografer untuk melindungi lensa. Lens cap menambah perlindungan saat kamera tidak digunakan sementara lens hood menambah perlindungan dan juga memberikan kualitas foto yang lebih baik saat kamera sedang dipakai.
Read More...

10 Tips Untuk Menjadi Fotografer Yang Lebih Percaya Diri

Leave a Comment
vintage camera
Untuk beberapa orang dari kita, hal yang sulit tentang fotografi bukanlah mempelajari teknik memotret dengan baik, tapi lebih tentang menemukan kepercayaan diri akan kemampuan memotret yang dimiliki. Kurangnya rasa percaya diri adalah dilema yang umum di dunia fotografi.
Lalu bagaimana mengatasinya? Sepuluh tips berikut mungkin bisa membantumu untuk mulai keluar dari ‘cangkang’-mu dan percaya bahwa kamu adalah fotogafer yang bagus.

1. Komentar Yang Positif

Komentar dan masukan yang positif untuk foto-foto hasil karyamu dari teman-teman fotografer, baik itu sepermainan atau satu klub fotografi, bisa memberikan pengaruh yang sangat besar bagi cara pandangmu tentang dirimu sebagai seorang fotografer dan kemudian bisa memperbaiki kualitas kepercayaan dirimu.
Tentu saja kita tidak bisa selalu mengandalkan orang lain untuk memberi kita masukan yang positif, tapi meskipun komentar yang kamu dapat adalah komentar negatif, ingatlah bahwa itu juga bisa memotivasi kamu dan tidak perlu dianggap sebagai sesuatu yang buruk. Ambillah sisi membangun dari setiap kritik dan belajarlah dari situ.

2. Bacalah Tutorial

Sangat mudah untuk merasa kita sudah cukup pintar dan tahu bagaimana cara memotret dengan baik, tapi ini tentunya hal yang sebenarnya merusak. Belajar adalah proses yang berlangsung terus menerus dan akan selalu ada hal baru yang bisa dipelajari tentang fotografi. Bacalah tutorial lalu praktekkan apa yang sudah kamu pelajari dari situ.

3. Ujilah Kemampuanmu

Kalau kamu sudah membaca beberapa tutorial berikut juga buku manual kamera yang kamu gunakan, bukan berarti kamu lalu bisa hafal semuanya. Kamu masih harus mengaplikasikan apa yang sudah kamu baca dan menguji diri sendiri. Meyakinkan diri sendiri tentang kemampuan yang sudah dimiliki tentu akan menambah kepercayaan diri.

4. Bandingkan Foto Lama Dengan Yang Baru

Satu-satunya fotografer yang hasil karyanya harus kamu jadikan tolak ukur adalah dirimu sendiri. Saat kita memotret, teknik dan gaya yang digunakan tentu akan berubah seiring waktu. Sesekali, bandingkanlah foto lama dengan foto baru yang telah kamu buat dan lihatlah seberapa banyak kamu sudah berkembang.

5. Potretlah Teman-Temanmu

Tentunya tidak mudah untuk meminta orang yang tidak dikenal untuk menjadi objek fotomu. Jadi, cara yang lebih mudah dan nyaman adalah mengajak beberapa orang teman yang bersedia menjadi model. Ini bisa sangat membantu untuk memperbaiki teknik dan belajar tentang apa yang kamu inginkan dari sebuah pemotretan sehingga kamu bisa lebih percaya diri jika suatu saat diminta memotret orang lain.

6. Buatlah Target

Kalau kamu benar-benar ingin meningkatkan kemampuan memotret dan kepercayaan diri sebagai seorang fotografer, luangkan waktu untuk memikirkan apa kelemahanmu di bidang ini lalu buatlah tantangan dan target untuk diri sendiri agar kelemahan ini bisa kamu atasi dan ubah menjadi kekuatan.

7. Belajarlah Dari Profesional

Fotografer profesional tidak tiba-tiba dan begitu saja menjadi profesional, tentunya. Mereka juga pernah mengalami masa dimana harus membangun kepercayaan diri hingga ada di tempat mereka berada sekarang. Untungnya, banyak dari mereka yang dengan senang hati mau berbagi pengalaman lewat website, workshop, blog, dan banyak lagi. Pesan dan saran dari mereka tentu akan sangat membantu.

8. Pamerkan Hasil Karyamu

Tidak ada yang lebih menyenangkan dibandingkan melihat foto kita dipajang di ruang publik dan itu bisa memberikan perasaan positif yang kemudian memperbaiki rasa percaya diri. Tanyakan apakah teman-temanmu yang kebetulan punya bisnis semacam rumah makan, distro, butik, dan semacamnya membutuhkan foto yang bisa mereka pasang disana.

9. Cobalah Proyek 365 Atau 52

Proyek fotografi 365 hari dan 52 minggu adalah dua proyek fotografi yang paling populer dibanding lainnya. Proyek ini menantang kamu untuk memotret setiap hari selama 365 hari berturut-turut atau setiap minggu selama satu tahun penuh dan bisa sangat membantu meningkatkan kemampuan fotografi, kepercayaan diri, dan mengumpulkan bahan untuk portfolio dengan cepat.

10. Bergabunglah Dengan Komunitas Fotografi

Salah satu cara terbaik untuk mendapatkan kepercayaan diri sebagai seorang fotografer adalah dengan berkumpul bersama teman-teman sepemikiran, sehobi, dan kamu akan tahu bahwa mereka juga punya pengalaman dan masalah yang mirip dengan yang kamu alami.
Selain berlajar dari pengalaman orang lain, kamu juga bisa membagi pengetahuan fotografi dan saran-saranmu dengan yang lainnya. Dari situ kamu mungkin akan tahu bahwa kamu lebih paham tentang fotografi dibandingkan yang kamu kira selama ini.
Read More...

10 Masalah Pemula Saat Belajar Menggunakan Lensa dSLR

Leave a Comment
samsung-announces-first-3g-4g-enabled-interchangeable-lens-camera

Berpindah dari kamera saku ke kamera yang lensanya bisa diganti-ganti, bisa jadi sebuah pengalaman yang membingungkan. Tapi kamu juga pasti tahu bahwa ini adalah perjalanan menuju foto-foto yang lebih baik. Saat kamu belajar mengakrabi dunia dSLR dengan bermacam jenis lensanya, sepuluh kesalahan berikut adalah yang paling sering terjadi. Sebelum kamu mengalaminya, mari baca dan lihat bagaimana cara menghindari atau mengatasinya.

1. Foto Buram atau Goyang

Jika kamu memasang lensa dengan focal length panjang atau lensa telephoto lalu mencoba mengkomposisi sebuah foto, kamu akan melihat bahwa menjaga objek tetap ada di titik yang sama lebih sulit dibandingkan bila menggunakan lensa standar. Ini karena lensa dengan focal yang lebih panjang secara efektif mendekat ke objek dan gerakan sekecil apapun dari kamera akan menyebabkan foto menjadi buram.
Jika kamera atau lensamu punya pilihan stabilisator, nyalakanlah. Tapi, peraturan fotografi secara umum mengatakan bahwa semakin panjang focal length sebuah lensa, semakin cepat pula shutter speed yang dibutuhkan untuk menghindari goyangan kamera. Misalnya kamu menggunakan lensa 100mm, maka shutter speed yang aman untuk mencegah foto yang buram adalah diatas 1/100 detik.

2. Terlalu Banyak Depth Of Field

Beberapa objek, seperti landscape, biasanya akan tampak lebih baik bila seluruh bagian fotonya tajam. Ini bisa didapatkan dengan mengatur fokus secara hati-hati dan menggunakan aperture kecil sekitar f/22 untuk menghasilkan depth-of-field yang lebar dan ketajaman dari ujung ke ujung. Tapi, kadang-kadang kamu ingin memisahkan objek dari sekelilingnya – seperti pada portrait – dengan mengaburkan background dan ini membutuhkan aperture besar semacam f/5.6 atau bahkan f/2.8.
Jika kamu melihat bagian background kurang blur atau kurang lembut, kamu punya dua pilihan untuk memperbaiki ini; bukalah aperture lebih lebar atau pindahkan ke focal length yang lebih panjang karena depth of field akan semakin sempit seiring naiknya focal length.

3. Foto Yang Terdistorsi

Lensa wide angle sangat berguna jika kamu ingin memotret pemandangan yang lebar atau jika kamu memotret di dalam ruangan yang sempit, tapi lensa ini bukan pilihan yang baik untuk portrait. Masalahnya adalah jika objek ada dekat dengan lensa, maka ia akan tampak lebih besar di bagian hidung sementara mata dan kepala tampak lebih kecil. Ini tentu bukan tampilan yang menyenangkan.
Untuk hasil yang lebih baik, pindahkan ke focal length yang efektif sekitar 70-100mm, lensa ukuran 85mm adalah lensa favorit untuk para fotografer portrait dengan sensor full-frame. Sementara fotografer dengan kamera format APS-C atau cropped sensor (biasanya entry level) akan menggunakan ujung telephoto (umumnya 55mm) pada kit lens mereka untuk portrait.

4. Garis Vertikal Yang Melengkung

Ini terjadi sebagai efek perspektif saat kamu memotret gedung. Bagian bawahnya akan tampak lebih lebar dibanding bagian atas. Ini bisa memberikan hasil yang dramatis, terutama jika kamu masuk ke dalam gedung lalu memotret bagian atas dengan lensa wideangle untuk menekankan perspektifnya.
Tapi, jika kamu ingin memasukkan lebih banyak lingkungan sekitar gedung ke dalam foto, maka kemungkinannya gedung akan tampak menciut ke atas. Cara menghindari efek semacam ini adalah dengan menjaga sensor kamera tetap paralel dengan bagian depan gedung. Caranya, kamu bisa mundur cukup jauh untuk memungkinkan seluruh gedung masuk dalam frame dalam keadaan lurus tanpa harus memiringkan kamera ke atas, atau kamu bisa memperbaiki ini saat post processing dengan menarik bagian atas frame agar foto tampak proporsional.

5. Tidak Bisa Fokus Jika Terlalu Dekat

Salah satu hal yang mungkin akan kamu perhatikan saat mulai menggunakan dSLR adalah kamu tidak bisa mengatur fokus jarak dekat semudah saat menggunakan kamera saku. Cara terbaik untuk mendekat pada objek adalah dengan menggunakan lensa macro. Ini bukan pilihan yang murah, tapi ada alternatif lain untuk melakukan ini. Kamu bisa baca di artikel tentang alternatif lensa macro.

6. Exposure Berubah Saat Melakukan Zoom

Kecuali kamu punya lensa zoom yang mahal dan berkualitas tinggi dengan aperture maksimal yang konstan, kamu harus berhati-hati dengan perubahan exposure saat melakukan zoom dari satu ujung lensa ke ujung yang lain. Kit lens biasa, misalnya, punya aperture maksimal f/3.5 pada ujung wideangle dan f/5.6 pada ujung telephoto. Ini artinya, jika kamu memotret dengan aperture terbuka lebar pada focal length terpendek lalu kamu zoom ke titik terjauh maka aperture-nya akan berubah.
Jika kamu menggunakan pengaturan aperture priority atau salah satu mode otomatis, maka shutter speed yang akan berubah dengan sendirinya, sehingga brightness pada foto tidak akan berubah tapi ada kemungkinan foto akan blur. Jika kamu memotret dengan mode exposure manual, foto akan jadi lebih gelap saat kamu melakukan zoom ke focal length yang lebih panjang jika kamu tidak menyesuaikan shutter speed sebagai kompensasinya.

7. Flare

Flare bisa mengurangi kontras pada foto dan menciptakan titik berbentuk bintang yang sangat terang dalam foto. Ini disebabkan oleh sinar yang masuk ke lensa pada sudut tertentu lalu kemudian memantul di dalam optik. Ini bisa menjadi masalah jika ada sumber cahaya semacam matahari di dekat pinggiran frame foto atau jika ada cahaya yang melewati bagian depan elemen lensa.
Untungnya, ada solusi yang sangat mudah untuk masalah flare ini – gunakan lens hood. Banyak lensa yang dijual bersamaan dengan hood-nya, tapi kalau tidak, kamu busa memebeli terpisah atau bahkan membuat sendiri dengan menggunakan karton. Tanganmu juga bisa dijadikan lens hood, sama seperti saat kamu melindungi mata dari matahari yang silau.

8. Kamera Tidak Seimbang Dengan Lensa Telephoto

Lensa telephoto yang panjang biasanya cukup berat dan jika kameramu dipasang di tripod, kamu mungkin akan bekerja keras menahan lensa agar tidak jatuh. Solusinya adalah memindahkan penahan lebih ke depan sehingga kamera dan berat lensa tersebar dengan merata dari depan ke belakang.
Banyak lensa panjang disertai dengan pegangan untuk kepentingan keseimbangan. Keuntungan lain dari pegangan ini adalah, kamu bisa dengan mudah memindahkan format kamera dari landscape ke portrait dengan cepat.

9. Vignette

Banyak lensa menghasilkan foto dengan bagian tepi yang lebih gelap jika digunakan dengan aperture yang terbuka lebar. Meskipun efek vignette ini secara teknis adalah gangguan, tapi bisa tampak menarik dan bahkan beberapa fotografer sengaja menggunakannya untuk menarik perhatian ke tengah frame.
Jika kamu ingin menghindari ini, kamu harus menutup aperture sedikit. Vignetting juga bisa disebabkan oleh lens hood yang tidak pas yang belum terpasang dengan benar atau karena tumpukan filter di bagian depan lensa.

10. Foto Yang Tampak Lembut

Jika kamu terbiasa melihat hasil pemotretan lewat komputer dalam ukuran 100%, maka kamu akan memperhatikan bahwa titik fokus pada foto yang menggunakan aperture lebar atau bahkan sangat tertutup tidak akan setajam foto yang diambil menggunakan bukaan aperture medium.
Jika kamu ingin mendapatkan yang terbaik dari lensamu, maka akan lebih bagus jika memotret serangkaian foto dengan objek yang sama tapi bukaan aperture-nya berubah dari foto ke foto. Lalu periksalah di layar komputer dan lihat pada bukaan aperture berapa yang membuat objek tampak paling tajam. Ini disebut aperture optimal.
Read More...

Tips Fotografi Untuk Pemula

Leave a Comment
kamera pemula

Beberapa tips fotografi tidak hanya bisa diaplikasikan pada kamera dSLR untuk mendapatkan hasil yang bagus. Jadi, kalaupun kameramu adalah kamera saku atau kamera ponsel sekalipun, lima tips berikut bisa sangat berguna untukmu, terutama kalau kamu benar-benar baru belajar fotografi.

Rule of Thirds

Ini adalah teknik komposisi yang sangat mudah untuk dipelajari. Intinya, fotomu akan kelihatan lebih menarik kalau objeknya tidak tepat di tengah. Semua kamera digital – bahkan yang ada di ponselmu – punya pengaturan ‘grid’, yang terdiri dari dua garis vertikal dan dua horizontal yang ‘melapisi’ fotomu sehingga akan tampak seperti terbagi menjadi 9 bagian. Jika kamu mengaktifkan pilihan ini, maka kamu akan bisa mengatur letak objek di dua pertiga bagian foto berdasarkan garis-garis panduan ini.

Ubahlah Ketinggian Kamera Atau Sudut Pandangmu

Umumnya orang memotret dengan ketinggian kamera sejajar mata. Tapi ini adalah cara yang membosankan. Cobalah untuk menggerakkan kamera ke atas atau ke bawah untuk mendapatkan foto yang lebih menarik. Mungkin ini akan terasa sulit karena kamu tidak bisa melihat apa yang kamu foto melalui viewfinder. Tapi seiring waktu, kamu akan menemukan cara memotret dengan cara-cara yang unik atau – sederhananya – kamu bisa menggunakan kamera yang punya LCD fleksibel yang bisa dimiringkan ke segala arah untuk mengontrol komposisi.

Selalu Gunakan Pilihan Resolusi dan Kualitas Maksimal

Karena memory card sekarang sudah bukan barang mewah lagi, tidak ada alasan untuk menghemat kapasitasnya dengan menggunakan pilihan ukuran foto kecil atau resolusi rendah. Selalu gunakan pilihan tertinggi yang disediakan kameramu. Dengan begitu, kamu punya foto dengan kualitas bagus yang bisa dicetak, diedit, dan dibagikan tanpa mengurangi keindahannya. Kalau kameramu mendukung format RAW – yaitu dimana semua data yang direkam sensor kamera tersimpan – gunakanlah format itu.

Trio Penting Dalam Exposure: ISO, Aperture, dan Shutter Speed

Ini adalah bagian tersulit tentang fotografi bagi pemula. Secara singkat, penjelasannya begini:
  • ISO adalah seberapa sensitif sensor kamera terhadap cahaya; ISO tinggi akan memungkinkanmu memotret bahkan di bawah cahaya redup, tapi akan ada lebih banyak ‘noise’. ISO rendah lebih baik, tapi tidak selalu memungkinkan untuk digunakan terutama di dalam ruangan.
  • Aperture menentukan focal length(angka f atau f/ ) dan menggambarkan ukuran fisik bukaan lensa. Angka tinggi berarti ada lubang kecil yang memasukkan sedikit cahaya, yang hasilnya akan menunjukkan ketajaman pada daerah background. Angka f kecil berarti bukaan lensanya besar, dan background akan nampak kabur atau out of focus.
  • Shutter Speed adalah seberapa lama shutter tetap terbuka untuk membiarkan cahaya masuk ke sensor. Jika terbuka untuk waktu yang cukup lama, maka foto yang dihasilkan akan menunjukkan gerakan, sementara waktu singkat akan menangkap hanya satu gerakan diam.

Pelajari Mode Yang Ada Di Kameramu

Bahkan kamera saku pun setidaknya punya mode-mode berikut:
  • Manual mode yang akan membiarkanmu mengatur semua pilihan pemotretan.
  • Otomatis yang menyerahkan pengaturan sepenuhnya pada kamera.
  • Programmed yang menyediakan pilihan-pilihan yang lebih spesifik untuk objek atau teknik tertentu seperti olahraga, portrait, kembang api, dan sebagainya.
Pada kamera dSLR, kamu akan menemukan beberapa mode lainnya, dan penting juga untuk kamu ketahui. Pengaturan-pengaturan ini akan membiarkanmu mengatur beberapa variabel dan menyerahkan sisa pengaturannya pada kamera.
  • Av/A: Aperture Value. Ini adalah yang paling umum digunakan untuk pemotretan secara umum dan memberimu keleluasaan untuk mengatur angka Aperture atau f/. Kamera akan kemudian menghitung shutter speed dan ISO terbaik untuk bekerja sama dengan angka f yang kamu pilih.
  • Tv/S: Time Value/Shutter Speed. Ini akan memberimu kontrol atas shutter speed, tentunya. Lalu kamera akan menentukan angka aperture dan ISO terbaik untuk digunakan.
Dua mode diatas adalah yang akan paling banyak kamu pelajari jika kamu benar-benar baru menggunakan dSLR.
Read More...

Gambar Hitam Putih Bisa Berubah Warna

Leave a Comment
Perhatikan gambar di bawah ini, foto benteng hitam-putih saja, kan? Lihat ada titik hitam di tengah gambar. Konsentrasikan pandangan mata ke titik tersebut, jangan sampai teralih pada hal lain. Tidak juga pada hitungan mundur, tetap konsentrasi pada titik.

Setelah hitungan mundur selesai, kamu bisa melihat benteng tersebut jadi berwarna. Anehnya, ini hanya berlaku bila mata konsentrasi pada titik hitam. Kalau tidak, benteng tetap terlihat hitam-putih. Seru, kan?





Read More...

5 Aplikasi Foto Terbaik Untuk Perangkat Android

Leave a Comment
Aplikasi Foto Android
 
Selfie, baru saja dinobatkan menjadi kata terpopuler di tahun 2013 ini menurut kamus besar bahasa Inggris Oxford. Selfie sendiri berarti memotret diri sendiri dengan menggunakan kamera ponsel.

Dengan banyaknya pilihan gadget yang tersedia saat ini semakin memudahkan kita untuk ber-selfie ria. Selain itu untuk perangkat smartphone dan tablet Android banyak tersedia aplikasi gratis untuk mempercantik hasil foto selfie.

Maka kali ini kami akan pilihkan 5 aplikasi foto terbaik di Android untuk mempercantik foto selfie anda:

1. MomentCam

MomentCam, siapa yang tidak kenal dengan aplikasi yang satu ini? MomentCam aplikasi pengolah foto yang sedang happening di Indonesia dan juga di Negara lainnya. Dengan aplikasi ini kita bisa mengubah foto selfie menjadi sebuah foto karikatur yang lucu, imut, dan bahkan seksi. Anda bisa memilih mengambil foto selfie baru atau dari koleksi foto yang sudah ada di Android anda.

2. Camera360 Ultimate

Camera360, aplikasi foto ini menawarkan banyak fitur-fitur keren untuk mempercantik foto selfie anda. Anda bisa menambahkan foto selfie dengan berbagai efek seperti Lomo, HDR, Retro, Skecth, B & W, dan Magic Skin (bisa membuat kulit anda terlihat lebih mulus). Ada juga fitur keren lainnya seperti Funny, Scene, Tilt shift, Color shift, dan yang terbaru Sony camera. Camera360 juga menyediakan layanan Cloud untuk menyimpan koleksi foto selfie anda di internet dan dapat dengan mudah berbagi foto.

3. PicsArt

PicsArt dapat mengubah foto selfie menjadi sebuah karya seni. Aplikasi ini menyediakan banyak efek seperti stenciler, cartoonizer, sketcher, Orton, Lomo, vintage, cross process, HDR, fattal, pencil, Holgaart, watercolor, contours, comic, neon, gouache, old paper, pastel, red eye remover, Popart, mirror, smart blur, face fix, color splash, paper effect, dan masih banyak lagi. Selain itu anda juga bisa membuat Collage, menggabungkan banyak photo ke dalam satu frame. Dan juga tersedia sticker mode, layer, dan teks.

4. Cymera

Cymera merupakan aplikasi foto dengan fitur yang terbilang lengkap. Aplikasi ini menyediakan 7 pilihan lensa kamera, dan berbagai fitur seperti Out of Focus, Anti-Shake, Timer, Self-Portrait, Touch Shots, dan mode lainnya. Terdapat juga banyak efek untuk mempercantik foto selfie, salah satunya adalah Amazing Beautifying yang bisa merubah ukuran mata, melangsingkan wajah, dan memuluskan wajah.

5. Pixlr Express

Pixlr Express merupakan aplikasi editor foto yang dapat meng-crop foto dengan cepa, mengubah ukuran, memperbaiki kualitas foto, menghilangkan red-eye, menambah efek, menambah frame, dan bahkan bisa memutihkan gigi.

Kelima aplikasi foto ini tersedia gratis di Play Store. Jadi anda bisa mendownloadnya langsung dari perangkat Android anda.
Read More...

Orang Ini Memotret Suku-Suku Terasing Selama 3,5 Tahun

Leave a Comment
jimmy-nelson-07
Fotografer ini telah menghabiskan waktunya kurang lebih tiga setengah tahun untuk membuat sebuah buku foto epic yang berjudul Before They Pass Away. Ya orang itu adalah Fotografer Jimmy Nelson, Ia memberikan judul pada bukunya seperti itu karna Ia telah memotret 35 populasi dan suku purba yang tidak pernah mengadopsi gaya hidup yang modern (tidak ingin) sehingga dapat di katakan sebagai kebudayaan yang hampir musnah.

jimmy-nelson-08
jimmy-nelson-02
Fotografer yang akrab di sapa Jimmy ini tinggal dengan 35 suku tersebut yang masing-masing Ia singgahi selama duan minggu. Dimulai dari mencari suku-suku terkecil, Jimmy memberanikan diri untuk memulai percakapannya dengan memperkenalkan diri, berusaha berbaur kemudian Ia bisa memotret mereka.
Kamera yang di gunakan Jimmy Nelson ini berformat besar, 4×5 untuk mengerjakan proyek yang waktu itu Ia jalani.

Dan beberapa suku yang Jimmy ambil diantaranya adalah;

  • Suku Banna (Ethiopia),
  • Suku Samburu (Kenya),
  • Suku Maasai (Tanzania),
  • Suku Gauchos (Argentina),
  • Suku Nenets (Rusia) dan
  • Suku Tsaatan (Mongolia) dll.
jimmy-nelson-03
Tantangan terbesar yang di hadapi oleh Jimmy Nelson ini adalah Ia harus bisa membuat suku yang di potret dapat tenang selama kurang lebih empat detik, karna kamera 4×5 ini memiliki shutter yang memang cukup lama, dan tantangan lain yang Jimmy hadapi adalah bagaimana bisa berbaur dengan suku suku tersebut sampai mereka mau untuk di foto.
jimmy-nelson-17
Bayangkan betapa sulit ketika ia ingin membuat buku foto epicnya itu, hal ini semata-mata Ia lakukan bukan hanya untuk karya fotografi, tetapi Jimmy Nelson ingin agar mereka yang melihat karyanya dapat menyadari bahwa ada beberapa ketidak seimbangan dalam dunia ini. Bukan berarti kita harus kembali lagi pada adat suku purba, tetapi kita bisa belajar untuk mengambil hal-hal positif dari mereka tanpa harus merusaknya.
jimmy-nelson-09
jimmy-nelson-10
Anda dapat membeli bukunya di Amazon
jimmy-nelson-01
jimmy-nelson-11
jimmy-nelson-13
jimmy-nelson-12
foto-foto karya Jimmy Nelson, courtesy Te Neus.
Read More...

Tips Membuat Efek Foto Sturburst

Leave a Comment
Starburst effect
Foto starburst, ada yang pernah mendengar efek foto ini sebelumnya? Jika belum, mari kita ketahui seperti apa efek foto tersebut sebenarnya.
Foto starburst atau yang bisa kita anggap dengan membuat cahaya lampu menjadi bintang, maksudnya adalah kita membuat sumber cahaya baik pada malam hari ataupun siang hari  menjadi berbeda.
Dengan adanya cahaya yang akan kita ubah bentuknya menjadi  bintang dari lampu-lampu yang menghiasi indahnya pemandangan malam dengan efek starbust tersebut, tetapi efek ini tidak serta merta hanya di gunakan untuk keadaan malam, untuk mengambil matahari pun  juga bisa, intinya efek foto ini kita akan merubah bentuk cahaya menjadi bintang.
Nah sudah paham kan dengan apa yang dimaksudkan oleh efek starburst? Jika sudah mari kita lanjut untuk membuat efek tersebut terealisasikan oleh foto kita. Dengan beberapa cara seperti di bawah anda bisa membuat foto dengan suasana malam hari lebih berkesan.

Berikut tips membuat efek foto starburst;

starburst_lampu_malam
  • Gunakan Tripod
    Heem sepertinya penggunaan tripod ini tidak akan lepas dari sekian banyaknya efek termasuk efek foto yang ingin kita buat ini. Kenapa menggunakan tripod? Karna untuk memotret suasana malam di butuhkan angka f yang besar seperti f/18 dan shutter speed 25 detik, nah disinilah peran penting tripod untuk membantu agar foto anda tidak menjadi kabur.
  • Atur Settingan Kamera.
    Untuk dapat memotret efek ini anda harus menggunakan angka f yang besar, set ISO yang rendah karna kita akan memotret long exposure. Untuk memotret malam hari akan ada kecenderungan hasil foto yang terlalu terang. Cara mengatasinya gunakan exposure compensation dengan angkanya di bawah 1, tetapi anda juga tetap harus melihat keadaan sekitar. 
  • Setting Fokus.
    Dengan memotret menggunakan aperature besar, kita tidak akan terlalu pusing memikirkan fokus, namun jika anda ingin mengamankan hasi foto anda coba gunakan titik manual fokus atau set di infinity.
  • Cobalah Berulang Kali.
    Jika semua kesiapan sudah anda penuhi, sekarang adalah waktu yang tepat untuk anda mempraktekan semua teori yang sudah anda baca tadi, jangan cepat menyerah ketika anda belum juga berhasil, ambil terus dan percaya bahwa anda bisa membuat efek starburst dengan hasil yang keren.
Oke sekiranya itu sudah cukup untu membantu anda dalam menciptakan efek foto ini, jika ada yang masih kurang bisa anda langsung berikan komentar saja, sharing sama-sama ya kawan fotografi, selamat mencoba semoga berhasi, dan salam fotografi.
Read More...

Cara Membuat Foto Silluete

Leave a Comment
Fotografi Siluet
Foto Siluet, atau fotografi siluet adalah teknik foto yang lebih mengandalkan pada efek backlight. Foto ini biasa di lakukan dengan cara mengambil objek foto tepat di depan latar belakang yang terang. Hal ini memang menjadi teknik tersendiri dalam membuat foto siluet, karna untuk menghasilkan foto menyerupai bayangan gelap nantinya.

Seringnya foto siluet ini di ambil di depan cahaya matahari atau sumber cahaya lainnya. Fotografi siluet ini adalah teknik foto yang digunakan sebagai penggambaran emosi lewat cara yang cukup sederhana.

Adapun beberapa cara untuk membuat foto siluet ini adalah;

  1. Buat Objek Berada Tepat Pada Satu sumber Cahaya.
    Foto siluet yang hasilnya sangat tepat sasaran adalah dimana objek berada tepat di depan sumber cahaya. Hal ini nantinya akan membuat pengaru yang cukup bagi foto siluet ini.
  2. Jangan Gunakan Flash Dalam Memotret.
    Yang anda inginkan adalah membuat foto Siluet, jadi jangan pernah anda ciptakan cahaya untuk si objek, karna penggunaan lampu flash dari kamera anda akan membuat foto menjadi terang atau tidak gelap seperti kebanyakan foto siluet lainnya.
  3. Atur Exposure (Manual/Auto).
    Dalam pengaturan exposure untuk menciptakan foto siluet yang bagus, anda harus mengatur settingan kamera anda pada mode manual, sebisa mungkin gunakan mode manual exposure. Aturlah aperature dan shutter speed sesuai dengan kondisi tempat yang anda temui.
    Jika anda tidak bisa memakai mode manual anda juga masih dapat membuat foto ini dengan mode Auto. 
    Jika anda menggunakan mode auto arahkan kamera pada cahaya yang paling terang, lalu tekanlah shutter pada kamera anda namun tidak penuh, jangan di lepas, kemudian arahkan kamera yang masih anda tekan setengah shutternya ke objek yang ingin anda foto, kemudian jepret.
  4. Tajamkan Fokus Pada Objek.
    Agar foto siluet yang anda buat dapat terlihat lebih baik, tajamkanlah fokus pada objek foto, cara ini dapat anda tempuh dengan sedikit membesarkan nilai aperature pada settingan kamera anda, karna hal tersebut akan membuat background menjadi agak kabur, dan fokus pada objek.
  5. Matahari Terbenam Teman Foto Siluet.
    Maksud dari cara terkahir ini adalah, anda dapat membuat foto siluet yang keren ketika matahari sedang terbenam, karna pada saat itu matahari akan membuat langit lebih terang dan warna yang di tampilkan sangat indah.
Itu dia beberapa cara mudah untuk anda dapat menghasilkan foto siluet yang keren, ayo ciptakan foto siluet anda dengan kreativitas tinggi, jangan pernah menyerah ketika foto pertama yang anda buat belum sesuai keinginan, karna semuanya memang butuh pembelajaran. Terus, terus, dan terus mencoba sampai mendapatkan hasil yang maksimal, salam fotografi. 
Read More...

10 Tips dan Trik Fotografi Smartphone

Leave a Comment
Kamera smartphone dari waktu ke waktu semakin mumpuni dan menakjubkan. Kini banyak smartphone yang menggunakan sensor kamera dengan megapiksel besar sehingga gambar yang dihasilkan oleh smartphone tersebut akan semakin jelas seperti menggunakan kamera profesional. 
10 Tips dan Trik Fotografi Smartphone


Hal ini tentu bisa menjelaskan mengapa semakin banyak orang yang menggunakan smartphone untuk mengambil gambar dan tidak usah repot-repot membawa kamera khusus. Kamera smartphone secara umum sangat sederhana dan mudah digunakan, tapi tidak semua orang mengetahui bagaimana cara menggunakan untuk menghasilkan hasil fotografi yang maksimal. 

Nah bagi anda yang penasaran dengan fotografi smartphone, berikut tips dan trik fotograpi smartphone : 

  1. Pegang ponsel Anda agar tetap stabil. Anda harus memastikan bahwa anda memegang smartphone dengan baik saat mengambil foto. Cobalah untuk tidak bergerak sama sekali saat mengambil gambar karena setiap tangan yang gemetar tangan akan mengakibatkan foto kabur, terutama jika kamera Anda tidak memiliki kemampuan menstabilkan gambar optik atau digital. Anda juga harus bersikap lembut saat menekan tombol shutter. 
  2. Jangan menggunakan digital zoom. Crop (potong) kemudian atau ambil gambar lebih dekat sebagai gantinya digital Zoom. Menggunakan digital zoom harus dihindari karena kualitas gambarnya kurang maksimal. Semakin dekat dengan obyek yang anda bidik, maka semakin baik gambar yang dihasilkannya. 
  3. Gunakan resolusi dan aspek rasio terbaik pada kamera smartphone Anda. Anda harus mengatur di pengaturan kamera ponsel Anda dan pastikan menggunakan resolusi kamera tertinggi yang tersedia. Jangan menggunakan aspek rasio 16:9 untuk foto Anda kecuali Anda tahu bahwa kamera Anda memiliki sensor gambar 16:9. Sebagai contoh, Motorola Moto X, Droid Ultra, dan HTC One menggunakan sensor kamera 16:09 asli, itulah sebabnya mereka akan mengambil gambar "widescreen" secara default. Kebanyakan smartphone tetap berpegang pada aspek rasio "klasik" 4:3. 
  4. Bersihkan lensa kamera Anda. Sebuah lensa kamera smartphone sangat mudah kotor, oleh sebab itu anda harus meluangkan waktu untuk membersihkan dari waktu ke waktu. Menyeka lensa kamera smartphone dengan menggunakan kain atau tisu yang lembut agar tidak menggores kamera. 
  5. Atur fokus dan eksposur dengan tepat. Jika Anda merasa foto milik Anda tidak benar atau tidak fokus, tekan pada subjek Anda. Perangkat lunak kamera pada kebanyakan smartphone dikonfigurasi untuk mengatur fokus dan eksposur berdasarkan frame yang anda tekan. 
  6. Ikuti aturan satu per tiga. Aturan satu per tiga adalah trik sederhana dan mudah yang dapat Anda gunakan saat menulis foto. Bayangkan bahwa frame dibagi menjadi tiga bagian yang sama secara vertikal dan horizontal, seperti yang digambarkan. Tempatkan subjek Anda sepanjang salah satu garis vertikal, atau di mana garis-garis horizontal dan vertikal berpotongan. Kemudian tempatkan cakrawala sepanjang salah satu garis horisontal. 
  7. Pelajari cara menggunakan mode kamera Anda. Kebanyakan smartphone datang dengan aplikasi kamera yang kaya fitur. Beberapa diantaranya digunakan untuk menghapus obyek yang bergerak dalam bingkai atau menambahkan efek impresivenya. Modus lain yang dimaksudkan untuk mengambil foto dengan subyek yang bergerak cepat, atau untuk pemotretan di malam hari.  
  8. Cobalah aplikasi kamera alternatif. Sistem operasi Android, iOS, dan Windows Phone menawarkan sejumlah aplikasi alternatif untuk kamera smartphone Anda. Kamera FV-5 untuk Android dan KitKam untuk iOS adalah dua contoh bagus dari aplikasi pengganti kamera yang dibuat dengan baik. Hal ini dilakukan jika Anda menemukan smartphone yang anda gunakan kurang baik dalam pengaturan kamera canggih dan manual atau tweak untuk mencobanya. 
  9. Ambil beberapa foto. Apakah Anda pernah mengambil foto hanya untuk melihatnya nanti dan menyadari bahwa ada foto seseorang yang telah berkedip, kurang jelas, atau tidak sesuai harapan, Oleh sebab sebaiknya anda mengambil gambar jangan hanya satu tetapi mengambil gambar beberapa foto, untuk berjaga-jaga. Setelah itu Anda bisa menghapusnya jika gambarnya ternyata tidak dibutuhkan lagi nantinya. 
  10. Mengedit foto, tapi jangan berlebihan. Ketika foto digunakan dengan benar, filter foto dapat mengubah foto kusam menjadi lebih mempunyai nilai seni. Namun, Anda harus mencoba untuk menghindari edit foto secara berlebihan. Cobalah untuk memanipulasi foto Anda dengan moderasi pada setiap jepretan. Selain itu anda bisa mengatur saturasi dan kecerahan gambar, serta frames yang tersedia. 
Selamat mencoba.
Read More...
.